Awal pertemuan dengan Sany, sebenarnya sudah terjadi saat Mentoring SPOK yang kedua. Awalnya ngira Sany keselo kakinya karna dipapah jalannya pas naik tangga. Waktu kumpul melingkar pun duduknya jauh-jauhan sehingga belum sadar kalau ia seorang tuna netra.
Lalu tanggal 8 Agustus kemarin, ada pembuatan video kelompok. Saat gua lagi jalan persis disebelah warung pemadam kelaparan, Sany dan temannya yang sesama tuna netra jalan keluar dari gang. Temannya Sany berpegang pada pundak Sany, dan mereka menyebrang gang.
Kaget. Speechless. Saking kagetnya, bukannya nyamperin malah ngeliatin mereka jalan sampai diujung jalan besar dan mereka berdua mau nyebrang.. NYEBRANG GAIS, bayangin dua orang tuna netra mau nyebrang jalan besar dan gak ada yang bantuin. Reflek, gua malah dadah dadah sambil teriak “Sany tunggu Sany” :(( Eh dia nengok...
Bodohnya gua malah pas didepan persis Sany senyum2 sambil nyodorin tangan. Tak mendapat uluran tangan balik, gua menduga dia termasuk totally blind (buta total).
Berlagak pahlawan kesiangan, gua nyebrangin Sany dan temannya. Selama jalan dan dikampus, akhirnya Sany bercerita banyak tentang dia dan kehidupannya.
Sany, mulai divonis tunanetra sejak ia berumur 8tahun. Menurut pengakuannya, saat dia bangun tidur tibatiba keadaan sekitarnya sudah gelap. Dan sejak hari itu, Sany gapernah liat cahaya apapun lagi. Sudah berkali kali ia bolak balik rumah sakit dan bergonta ganti dokter. Diagnosanya tetap sama; kornea, retina dan semua syaraf matanya NORMAL. Tapi hingga sekarang Sany tetap tidak bisa melihat apapun. Gua yang orangnya baperan, langsung mikir gimana rasanya jadi anak 8tahun yang bangun terus udah gabisa liat apa apa lagi:(
Semenjak itu, Sany mulai disekolahkan di SLB Maluku, dari situlah dia bercerita bagaimana anak SLB yang memiliki kekurangan ,tapi menjadikan semua kekurangan mereka masing masing sebagai suatu kelebihan. Saat Sany tidak bisa melihat, temannya yang seorang tuna daksa membantu mengarahkan Sany berjalan, sebaliknya.. Sany memapah temannya. They complete each other with their disabilities, Isn’t beautiful?
Dasar emang gua orangnya banyak ngoceh,semakin Sany cerita semakin gua penasaran. Penasaran gua selanjutnya adalah.. bagaimana Sany menggunakan ponsel, karna pada awalnya gua menduga dia bukan totally blind, dan gua juga mengira bahwa hpnya keypad. Keheranan gua dimulai pas ngeliat chat di grup, foto dibawah yang gua upload adalah ketikan Sany.
AMAZE ENOUGH? Sany bisa ngetik tanpa typo, apalah gua yang ngetik ‘taxi’ aja ‘tai’ :((((
Jadi..... dulu pernah chat sama mamah, mamah nanya pulang naik apa, gua jawab naik tai, terus mamah bingung. Ya gitulah, skip.
Penasaran gua terjawab, pas Sany ngambil hp dari kantong belakangnya. Ternyata Hp Sany itu touch screen gais...... Cara dia menggunakan hp bikin gua takjub, ternyata dia download aplikasi khusus dimana pesan yang masuk berubah jadi bentuk suara. Bukan, bukan itu bagian takjubnya, pas suara pesan2 yang masuk itu lebih mirip sama suara semut kejepit. Alias gak jelas banget, tapi Sany langsung ngomong ; “Namamu, Sabrina kan?”
KEREN, sumpah. Wordless. Jadi ini yang sebenernya bermasalah telinganya siapa? :(( Sambil cerita tentang dirinya, Sany tiba tiba berdiri.
“Kamu percaya ga? walau saya buta, saya bisa tau tinggi kamu, umur kamu juga perawakan kamu” . Masih ga percaya, gua berdiri dan Sany nyuruh gua ngoceh apa aja sambil berdiri.
“Kamu lebih pendek dari saya, kamu kelahiran 2000 ya? suara kamu lembut, pasti kamu kurus”
HAHAHAHAHAHA, masih ga percaya gua cuma cengo cengo aja denger Sany mendeskripsikan fisik gua. Katanya, dengan berbicara Sany bisa mengukur jarak seseorang dari dirinya sampai ke tampilan fisik, You amaze me, Sany!
Rasa takjub gua berlanjut sampai Sany menceritakan mengapa dia mau masuk Pendidikan luar biasa Untirta, Sany bilang.. dia mau jadi guru di SLB dan terus memotivasi mereka bahwa kekurangan itu diciptakan untuk membuat mereka yang memiliki kekurangan merasa istimewa diantara manusia normal lainnya. Mewekkk bombaaayyy..
Gak cukup sekali dua kali Sany mematahkan presepsi gua, awalnya gua mengira bahwa Sany adalah siswa dari beasiswa utusan daerah, ternyata Sany masuk Untirta melalui jalur SBMPTN. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri, iya kalian ga salah baca.
Sany menjelaskan saat ia mengikuti tes itu, ia tidak menggunakan braile. Soal dibacakan oleh panitia, lalu ia menjawabnya. Sudah bisa dibayangkan gais..... gimana Sany saat mengerjakan soal hitungan dalam waktu singkat. Padahal soalnya dibacakan oleh pengawas, dan ia seorang tuna netra?
And yes, Sany. You deserve it, kamu telah berhasil masuk perguruan tinggi negri dan mengalahkan ribuan anak anak normal lainnya. Congratulation, Sany!
Sekarang, Sany tinggal dengan temannya yang sesama tuna netra. To be honest, yes. Pada awalnya gua sedih, mikirin cara bagaimana Sany hidup, karna ada beberapa cerita tentang kehidupan pribadinya yang nggak bisa gua tulis disini. Tapi, gua yakin Sany itu kuat banget. Hidup di tanah Maluku lalu merantau sampai kesini bica mencerminkan seberapa kuat ia menjalani hidupnya.
Sany! Walau gua tau lu nggak bisa baca blog gua, tapi percaya deh gua BANGGA banget bisa kenal sama lu. Terimakasih juga telah membukakan mata gua lebar lebar, gua semakin yakin bahwa tuhan itu sebenernya maha adil. Sany diberi kekurangan malfungsi salah satu inderanya, tapi tuhan memberikan kelebihan diatas orang normal pada umumnya di atas rata rata..
Terimakasih juga udah ngizinin gua ngepost cerita lu di blog gua, karna lu juga, gua makin mantep banget pengen jadi guru, dan ceritain ke murid- murid gua nanti, tentang cerita perjuangan lu.
Pasti murid murid gua bakal seneng banget nanti kalau bisa ketemu langsung sama si ‘pemilik’ kisahnya. Semangat buat mewujudkan mimpi kita masing masing, Sany! Don’t stop spread your positive vibes, because you are too special!



i like the way u writing this & love his story, semangat kak sany & kak dea!!!
ReplyDeleteGood MyDey 🖒
ReplyDelete